Kegiatan Seni Angklung di Purwakarta


About

Sumber Daya Pelestari kesenian/budaya daerah tentunya sangat relevan untuk bersatu dan saat ini perlu digalakan agar menjadi paguyuban untuk kembali menghidupkan , memajukan dan mengetengahkan kesenian/budaya di daerah kita Purwakarta.

Angklung adalah alat kesenian sunda yang sudah mendunia, namun didaerahnya sendiri seperti tak ada gaung kehidupannya kecuali di sekolah yang terpaksa karena ada kurikulumnya (eskul).

Mungkin perlu diadakan semacam rehersal yang rutin atau apapun bentuknya, karena pelestarian budaya daerah adalah tanggung jawab kita semua yang menjalankannya, sebab dukungan dari pemerintah tidak akan cukup kalau kita seniman daerah tidak mendukung dan kreatif dalam mengembangkannya.

Berikut dikutip dari Berita Antara Jawa Barat :

GUBERNUR JABAR: PROMOSIKAN TERUS ANGKLUNG

 

Bandung, 9/11 (ANTARA) – Terkait dengan rencana pengukuhan Unesco terhadap Angklung sebagai warisan budaya dunia pada 15 November, Jawa Barat akan memperkuat kekhasan seni budaya itu lewat promosi dan inovasi, kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

“Setelah dikukuhkan oleh Unesco, langkah selanjutnya adalah pengembangan angklung lewat berbagai potensi yang bisa digali dari alat musik tersebut dan terus mempromosikan alat musik itu,” kata Ahmad Heryawan, di Bandung, Selasa.

Dia mengatakan, konsep angklung di Jabar akan dikembangkan lebih terstruktur dalam berbagai ruang, di antaranya pendidikan dan ranah seni dan budaya.

Ke depan, kata dia, angklung bisa dijadikan alat musik wajib bagi pelajar serta memperbanyak sanggar yang rutin menampilkan alat musik tersebut.

“Para siswa harus lebih tahu dan menguasai angklung dan penampilan musiknya harus terus diadakan di ruang formal dan nonformal,” katanya.

Heryawan menyatakan yakin, Jabar menjadi provinsi yang sangat strategis dalam pengembangan angklung.

Hal itu, kata dia, bisa terwakilkan dengan adanya pusat budaya Saung Angklung Udjo dan beberapa grup angklung yang sudah melanglang mancanegara.

Selain itu, penguatan angklung, menurut Heryawan, harus diikuti oleh sanggar-sanggar dan gedung yang mumpuni, sehingga alat musik tersebut lebih meningkat daya tariknya.

“Jadi harus diperbanyak sanggar-sanggarnya dan didukung juga oleh gedung pusat angklung yang lebih luas untuk merepresentasikan kebesaran alat musik tersebut,” kata dia.

Gubernur juga berharap, kreativitas angklung juga tak hanya sebatas memainkan alat musiknya, namun juga bisa menginsipirasi lahirnya motif angklung sebagai motif batik Jabar, serta beberapa hasil industri kreatif.

“Kita juga harus mendorong inovasi motif angklung pada batik Jabar yang kini sedang dimulai, mudah-mudahan menjadi ‘trademark’ dan disukai oleh semua kalangan,” demikian dikatakan Heryawan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s